5 Selasa, 10 Sept 2024
MADINAH
Begitu singkat tinggal di Madinah, belum puas, belum rela sebenernya meninggalkan kota Madinah. Madinah vibesnya damai, haru, indah, lembut, ingin lebih lama tinggal disini sebenernya. Tapi setelah sarapan kami harus siap2 Checkout untuk melanjutkan perjalanan ke Mekah yaitu ibadah utama, Umroh.
Seperti tidak ingin menyia2kan waktu, kami jam 3 kurang dini hari sudah berjalan menyusuri trotoar nyebrang ke pelataran Masjidil nabawi. Suasana jalan masih sepi, tapi udaranya tidak ada sejuk2nya sama sekali. Angeeett, padahal itu sblm subuh. Malam pun anget hawanya, apalagi siang. Begh mantap 😆, subhanallah panas di tanah air ga ada apa2nya dibanding disana. Kebetulan kami umroh bulan September, masih musim panas. Cuaca sekitar 42° derajad.
Setelah sarapan, kami kembali ke kamar hotel. Mandi dan bersiap2, pihak travel memberi instruksi untuk jamaah laki2 langsung memakai kain ihram dan jamaah perempuan gamis putih dan khimar merah seragam dari pihak Shafira.
Checkout dan langsung naik ke bus yang sudah disediakan, langsung menuju ke masjid Bir'Ali untuk mengambil Miqat Umrah-1.
Sebagian rombongan naik bus menuju stasiun kereta cepat, jadwal jam 2 siang baru ke Mekah. Sedangkan sebagian rombongan termasuk kami, melanjutkan perjalanan naik bus menuju Mekah lewat jalan Tol. Perbedaan transportasi karena paket yang diambil masing2.
Menurut informasi dari muthowif kami, bus disana cukup ketat aturannya. Jika menempuh jarak 400km atau lebih wajib membawa supir cadangan/pengganti. Dan didalam bus dipasang alat ketika kecepatan yg ditentukan sdh maksimal atau melampaui, maka alarm alat itu brisik, bunyi.
Jadi kecepatan sudah ditentukan tidak boleh ngebut istilahnya, tentu semua demi keamanan dan kenyaman penumpang bus. Padahal jalan Tolnya cenderung sepi, bebas hambatan beneran. Ga kayak jalan Tol disini.
Sepanjang perjalanan viewnya hamparan gurun pasir, bukit2 batu, sesekali terlihat unta2 dipinggir jalan Tol. Terlihat bekas aliran sungai, batu2 besar didalamnya tapi kering. Hikmahnya, meski perjalanan ditempuh lebih lama dibanding naik Kereta Cepat yang cuma 2 jam. Kalau naik Bus sekitar 5 jam dari Madinah ke Mekah. Yang bisa kita ambil hikmahnya, menjadi paham bagaimana jaman Rasulullah dahulu melakukan perjalanan dengan naik kuda atau unta ya? Pasti butuh waktu yang lebih lama, lebih tidak nyaman. Kita sdh tinggal duduk nyaman, dingin pake AC, dapat makan masih mau mengeluh?
MAKKAH
Alhamdulillah rombongan yang naik bus tiba di Mekah tepat sebelum sholat Ashar. Jadi kami pun bersiap untuk ikut menunaikan sholat Ashar meski kebagian di pelataran dekat WC 3. Setelah itu kami langsung membentuk barisan, jamaah perempuan dipagari oleh jamaah laki2 dan langsung dibimbing oleh muthowif kami untuk menjalankan ibadah Umroh wajib karena ini umroh pertama.
Begitu masuk pelataran Ka'bah, mata seketika berkaca2 antara haru bahagia campur aduk. Air mata tak hentinya mengalir, Ka'bah yang selama ini selalu diliat di TV, gambar, media lain, sekarang tepat berada didepan mata. Begitu dekatnya sampai ga bisa membendung air mata karena haru bahagia. Masyaallah Alhamdulillah Ya Allah atas undangan-Mu ini 🥹ðŸ˜
Tak henti2nya ucap syukur ❤️
Setelah Thawaf selesai, kami berdoa dipinggir dipimpin oleh Muthowif kami. Kemudian minum air zam-zam dan dilanjut prosesi berikutnya yaitu Sa'i. Perjalanan antara bukit Safaa dan Marwah, lelah tapi tetap semangat. Tepat sebelum sholat maghrib yaitu prosesi terakhir, Tahallul. Kami sudah sedia membawa gunting sendiri, ternyata gunting kami bermanfaat untuk jamaah lainnya (dipinjam), termasuk ada pasangan dgn 1 anak masih muda ntah dari negara mana. Mereka bertanya apakah kami mempunyai gunting, tentu saja kami langsung sodorkan untuk dipinjamkan.
Alhamdulillah senangnya gunting lipat kecil kami bermanfaat untuk orang lain.
Ikut sholat Maghrib berjamaah di pelataran tempat keluarnya proses Sa'i tadi. Setelah itu kami berjalan kaki menuju ke hotel yang jaraknya kurleb 800 m dari pelataran Masjidil Haram.







Comments