9 Sabtu, 14 Sept 2024
Ini adalah hari terakhir kami di Mekkah 😭, seperti tidak siap untuk meninggalkan semuanya. Seperti hari sebelumnya, kami ke masjid untuk Qiyamul Lail sekalian menunggu ba'da Subuh untuk thawaf Wada'. Kami turun dari masjid melalui ekskalator dan keluar dari pintu 84 kalau ga salah. Menuju ke dekat WC 3 tempat berkumpulnya jamaah dari Shafira.
Setelah itu, kami semua berbaris dan jamaah perempuan diapit dipagari oleh jamaah laki2. Rasanya berat sekali thawaf kali ini, seperti tidak rela meninggalkan tempat ini. Sepanjang thawaf ga kuasa meneteskan air mata, sambil berseru "Ya Allah Insyaallah kami akan kembali, undang kami kembali bersama anak keturunan kami 😭".
Pun saat TL kami memimpin doa, makin deraslah air mata. Kami diminta untuk ikhlas dan segera meninggalkan pelataran Ka'bah dan segera kembali ke hotel untuk sarapan. Dan bersiap2 untuk Checkout juga. Kebetulan koper besar memang sudah harus disiapkan diluar kamar, untuk segera di masukkan kedalam bus.
Cuaca mendung berkabut seperti hati kami saat itu
Sebelum kembali ke hotel, kami eksplor sekitar untuk terakhir kalinya dihari itu (berharap akan kembali lagi pastinya), insyaallah akan kami usahakan, akan kami perjuangkan untuk kembali ketempat ini 😭.
Kami rindu Ya Allah, hati kami tertinggal disana.
Perginya sekali, tapi rindunya berkali-kali.
Setelah Checkout kami menuju ke Museum Al Wahyu yang ada di Jabal Nur, tempatnya Gua Hira. Tapi kami tidak mendaki, hanya masuk ke Museumnya saja. Bagus sekali tempatnya, kami dibawa kedalam melihat video dan layar lebar yang menayangkan tentang sejarah Gua Hira. Masyaallah, sayangnya tidak boleh divideokan jadi cukup dinikmati saja.
Tour berakhir di toko suvenir, dan ketemu dengan om viral yang lucu cara mempromosikannya "Masyaallah Masyaallah", segala kotak coklat main dimasukkan kekeranjang pengunjung "muraahh ini muraahh" 🤣.
Sdh tergiur mampir ke bagian parfum, kalau ga ingat sdh bawa 4 botol parfum didalam koper mgkn jg sdh beli lagi 🙈.
Akhirnya cuma beli oleh2 tumbler utk anak2 yang bisa digrafir nama dibotolnya. Dan 1 kotak coklat kurma, itu pun gegara si om2 viral tadi 😆.
Setelah itu langsung meninggalkan kota Mekkah 😭, sedih rasanya karena waktu terasa sangat singkat. Kita menuju ke Jedah, mampir dulu ke tempat belanja kalo ga salah namanya Qorniche, tapi kami tidak turun. Lebih memilih didalam bus saja, sdh tidak ingin berbelanja lagi.
Jelang maghrib kita dibawa ke resto milik orang Indonesia, makan malam disana. Ternyata kita juga dibagikan oleh2 dari pihak Shafira yaitu 1 paket ayam Albaik untuk masing2 jamaah. Alhamdulillah seneng sekali, karena kemarin di Mekkah cuma ketemu Albaik yang nuget saja. Ini anak2 pasti seneng dibawain oleh2 Albaik 🤩.
Perjalanan berlanjut menuju bandara Haji Jedah, kami tidak melalui bandara internasionalnya, tapi khusus bandara haji. Berbeda sekali keadaan dan situasanya tentunya, lebih mirip terminal lama daripada bandara. Sholat Maghrib dan Isya di musholla bandara, lanjut boarding. Kali ini handling hanya dilakukan oleh TL dan dibantu pada jamaah. Ruang tunggu penuh, jadi kami pun ngemper sampai tiba saatnya masuk kedalam pesawat Lion Air A330, jadwalnya dini hari.
Alhamdulillah sekitar jam 15.30an WIB sdh landing di Bandara Juanda. Dan anak2 sdh datang menjemput, dibawa oleh pakde dan budhenya. Terima kasih kakak2ku sayang sudah meluangkan waktu untuk datang menjemput kami.
 |
| Alhamdulillah, my ❤️ is full |
Comments