Singkat cerita, masih dalam batuk dan pilek sudah satu minggu lewat alias masih awet aja batuknya dan setelah demam tinggi pertama pada hari minggu (18/5), senin, selasa panas dah turun naik tapi cuman anget doang. Rabu meski belum fit maksa nganterin Opi les menggambar, hasilnya demam tinggi lagi langsung ke dokter deket rumah. Periksa, bla bla suruh cek darah hasilnya katanya "positip tipus". Nah lho, perasaan tanda-tanda klinis tipus ga ada sama sekali kok moro-moro dikasih gelar tipus, biasanya paling banter radang tenggorokan penyakit langganannya. Ya weslah, pulang dulu yang penting demam kudu reda dulu.
Besoknya karena "ga terima" dicap kena tipus mulai "gelar operasi" hehehe.... alias nyari informasi ato artikel yang berhubungan dengan tipus dan hasil lab. Dulu dah pernah denger sekilas di milis sehat dari dr. Wati trus berkunjung ke webnya http://www.iwandarmansjah.web.id/ dan banyak tempat lainnya. Terakhir ketemu dengan blognya seorang dokter sekaligus bersedia diajak sharing (makasih banyak ya dokter, tapi lebih dikenal dengan panggilan akrabnya cakmoki).
Jadilah konsultasi sekalian:
Berikut petikannya :
http://www.iwandarmansjah.web.id
Popular Articles
Category: Advis Medis
Widal Positif Belum Tentu Tifus
Wed Apr 25, 2001
Prof.Dr. Iwan Darmansjah, SpFK
Akhirnya dengan lega hati, ternyata diriku terbebas dari "cap" tipus, alhamdulillah ternyata ga jadi tipus. Dokter kan juga manusia, makanya jangan asal nerima aja tapi kalo bisa nyari second opinion. Untung ga balik "nyetor" kedokternya lagi kalo ga udah kepalang kudu nelen antibiotik buat tipus. Selamet...selamet...
Today, si Ayah berangkat lagi ke SIN dan syukurlah dirikuh sudah seger buger jadi pas ditinggal udah lega. Ga perlu manggil bala bantuan, jadi si Ayah bisa tenang ninggalin istri tercintahnya (*halah... ).
Besoknya karena "ga terima" dicap kena tipus mulai "gelar operasi" hehehe.... alias nyari informasi ato artikel yang berhubungan dengan tipus dan hasil lab. Dulu dah pernah denger sekilas di milis sehat dari dr. Wati trus berkunjung ke webnya http://www.iwandarmansjah.web.id/ dan banyak tempat lainnya. Terakhir ketemu dengan blognya seorang dokter sekaligus bersedia diajak sharing (makasih banyak ya dokter, tapi lebih dikenal dengan panggilan akrabnya cakmoki).
Jadilah konsultasi sekalian:
Berikut petikannya :
http://www.iwandarmansjah.web.id
Popular Articles
Category: Advis Medis
Widal Positif Belum Tentu Tifus
Wed Apr 25, 2001
Prof.Dr. Iwan Darmansjah, SpFK
Widal, seperti semua hasil laboratorium, harus diinterpretasikan
dengan bijak. Tanda-tanda klinis penderita harus lebih diutamakan
daripada reaksi Widal yang positif. Mengapa ? Karena hampir semua
orang di Indonesia mempunyai reaksi Widal positif tanpa sakit tifus.
Penderita tifus mulai demam rendah (subfebril) malam hari, hilang
esoknya, terulang lagi malamnya, menjadi makin hari makin tinggi.
Mulainya malam saja, kemudian siang juga. Tifus tidak pernah mulai
dengan demam tinggi pada hari pertama sampai ketiga. Bila demam terus
berlanjut dan pada hari ke 5 - 6 menjadi lebih tinggi, maka barulah
tiba waktunya untuk memeriksa Widal dan melakukan pembiakan kuman
dari darah. Hasil pembiakan kuman tifus yang positif merupakan bukti
pasti adanya tifus. Sayangnya, hasil kultur kuman ini baru diketahui
sesudah satu minggu (diluar negeri dalam 2 - 3 hari, dan ini
merupakan tantangan untuk laboratorium kita).
Angka reaksi Widal sendiri tidak ada artinya, karena naiknya suhu
yang khas, perlahan, sampai tercapai suhu tinggi sesudah 5 - 6 hari
merupakan simtom yang lebih penting untuk menduga adanya tifus. Demam
tinggi yang terjadi sampai 4 - 5 hari, tanpa tanda-tanda infeksi
kuman yang jelas, lebih dari 90% kemungkinannya ialah infeksi oleh
virus, yang tidak perlu diberi antibiotika.
---dengan bijak. Tanda-tanda klinis penderita harus lebih diutamakan
daripada reaksi Widal yang positif. Mengapa ? Karena hampir semua
orang di Indonesia mempunyai reaksi Widal positif tanpa sakit tifus.
Penderita tifus mulai demam rendah (subfebril) malam hari, hilang
esoknya, terulang lagi malamnya, menjadi makin hari makin tinggi.
Mulainya malam saja, kemudian siang juga. Tifus tidak pernah mulai
dengan demam tinggi pada hari pertama sampai ketiga. Bila demam terus
berlanjut dan pada hari ke 5 - 6 menjadi lebih tinggi, maka barulah
tiba waktunya untuk memeriksa Widal dan melakukan pembiakan kuman
dari darah. Hasil pembiakan kuman tifus yang positif merupakan bukti
pasti adanya tifus. Sayangnya, hasil kultur kuman ini baru diketahui
sesudah satu minggu (diluar negeri dalam 2 - 3 hari, dan ini
merupakan tantangan untuk laboratorium kita).
Angka reaksi Widal sendiri tidak ada artinya, karena naiknya suhu
yang khas, perlahan, sampai tercapai suhu tinggi sesudah 5 - 6 hari
merupakan simtom yang lebih penting untuk menduga adanya tifus. Demam
tinggi yang terjadi sampai 4 - 5 hari, tanpa tanda-tanda infeksi
kuman yang jelas, lebih dari 90% kemungkinannya ialah infeksi oleh
virus, yang tidak perlu diberi antibiotika.
Akhirnya dengan lega hati, ternyata diriku terbebas dari "cap" tipus, alhamdulillah ternyata ga jadi tipus. Dokter kan juga manusia, makanya jangan asal nerima aja tapi kalo bisa nyari second opinion. Untung ga balik "nyetor" kedokternya lagi kalo ga udah kepalang kudu nelen antibiotik buat tipus. Selamet...selamet...
Today, si Ayah berangkat lagi ke SIN dan syukurlah dirikuh sudah seger buger jadi pas ditinggal udah lega. Ga perlu manggil bala bantuan, jadi si Ayah bisa tenang ninggalin istri tercintahnya (*halah... ).
halo dok, seneng banget ketika nemu blog ini, kek dapat harta karun aja. Masih ada dokter yang rela meluangkan waktunya berbagi ilmu apalagi mau berdiskusi sekaligus.
gini dok, seminggu lebih saya batuk pilek dan pada hari ke-9 (Minggu siang) sepulang dari nganter anak jalan2, badan meriang dan lama-lama menggigil. intinya demam tinggi, dan minum obat penurun panas akhirnya turun juga. tapi besoknya sampe hari selasa hampir tiap hari badan meriang tapi ga panas tinggi cuman anget aja. Hari rabu mungkin karena dipaksakan meski badan belum fit mesti nganterin anak les, pulangnya badan menggigil lagi dan demam tinggi. Suami bawa ke dokter dan di ukur panasnya 39 derajat. Si bu dokter nanya2 apa perut mual juga, karena dia kuatir ini bukan sekedar radang tenggorokan biasa (itu langganan penyakit saya sejak kerja dulu).
akhirnya bu dokter nganjurin tes lab, besoknya saya bawa hasilnya dan saya dinyatakan positip tipus.
padahal dari ciri2 tipus yang katanya lidah putih, perut mual dan sakit, hampir dari semua itu tidak ada. saya juga pernah baca dimilis katanya tes widal tidak bisa dipake utk tipus katanya perlu ditegakkan lagi lewat tes gal culture (cmiiw).
trus selain itu saya sudah baca2 artikel diinternet termasuk blog ini, maka saya makin yakin aja saya tidak tipus karena seperti dokter bilang kalo demamnya ilang setelah diobati sebelum 1 minggu maka dipastikan bukan tipus. karena setelah hari rabu saya kedokter dan langsung minum obatnya, besok dan besoknya lagi sampe dengan sekarang demamnya tidak dateng lagi. cuman yang masih betah adalah batuknya sampe membuat sakit di dada bagian kiri dan seperti ada otot dari bawah pinggul kedada bag kiri ketarik (sakit).
saya diberi obat 3 macem, yaitu antibiotik, pil pereda demam + flu, dan sirup obat batuk. bu dokternya bilang kalo antibiotiknya habis disuruh kembali lagi dan akan diberikan antibiotik lagi agar tidak kambuh lagi.
mohon sarannya dok, karena saya sekarang sedang menyusui bayi saya yang berusia hampir 4 bulan. bagaimana diagnosa dari dokter?
makasih banyak , maaf tulisannya panjang lebar soalnya kata orang jawa ga lego kalo ga cerita lengkap.
@ Nora:
halo Bu, seneng juga bisa berbagi.
Dan emang lebih bagus kalo lengkap gini, jadi kita semua bisa berdiskusi dengan gambaran yeng lebih jelas, ga terlalu remang-remang.
Setelah membaca kronologi di atas, saya sependapat bahwa ini bukan typus. Oya salah satu tanda selain tanda-tanda yg gak spesifik, lidah penderita tampak kotor dan permukaan lidah relatif nampak menebal, bukan putih lho.
Tentang Widal, test ini akurasinya rendah, dan bisa menunjukkan hasil positif pada penyakit panas lain dengan berbagai sebab, bahkan bisa positif tinggi pada orang sehat sekalipun. Mengapa begitu? karena yang diukur reaksi tubuh, yakni titer aglutinin, yang bisa postif juga pada orang yang pernah kemasukan kuman Salmonella typhii kendati orang tersebut gak sakit apapun. Sedangkan Gal culture hasilnya pasti, maksudnya kalo positif berarti ada kuman Salmonella typhii, tapi test ini tidak mudah, pun bisa false negatif, maksudnya ada kuman salmonella tapi menunjukkan hasil positif. Selain itu waktunya lama (di Indonesia), sekitar 1-2 minggu, keburu orangnya dah sembuh …hehehe.
Widal akan bermakna jika dilakukan pada minggu kedua demam dan menunjukkan peningkatan 4 kali lipat pada tes serum sepasang. *halah opo maneh iki*
Menurut saya, kalo emang udah sembuh seperti penuturan di atas, gak perlu kembali ke dokter, kecuali kalo ingin sedekah ke dokter
Panas batuk pilek, trus batuk berlanjut pada umumnya Infeksi Saluran Pernapasan. Emang lagi banyak orang menderita batuk lama, ngiklik (bhs jawa) …berminggu-minggu hingga terkencing-kencing … hehehe, maaf. Saya pernah nulis dengan judul crit.
Obat paling aman untuk ibu menyusui adalah ekspektoran, yakni obat pengencer dahak agar mudah dikeluarkan, misalnya: Ambroxol 30 mg 3×1 atau Bromhexine 8 mg 3×1 (pilih salah satu), diminum hingga sembuh dan aman walau digunakan hingga berminggu-minggu.
Jika ada rasa sesak atau ampek, mungkin perlu obat bronkodilator, yakni obat untuk melonggarkan saluran napas, obat ini biasa dipakai untuk asma, batuk karena alergi dan batuk dengan sesak. Hanya saja pemakaiannya perlu pemeriksaan oleh dokter, mengingat ada efek samping berdebar walaupun efek tersebut hanya sementara dan gak bahaya.
Pun demikian pemakaian obat steroid, jika diduga batuk alergi, perlu advis dokter ..*wah ke dokter lagi nih*
Saran saya, sementara dapat menggunakan obat batuk ekspektoran seperti yg saya rekomendasikan di atas ( ambroxol dan bromhexin adalah nama generik, sedangkan nama paten atau nama dagangnya macam-macam, banyakkkkk).
Moga penjelasan ini bermanfaat, teriring do’a mudah-mudahan segera sembuh. Amin