Semalem (tgl 26) ga bisa tidur gara-gara abis nonton film di tipi, tapi mata masih betah melek.
jadilah pegang remote sambil mengganti channel tv, gitu terus digilir tapi ga ada satupun yang kepengen ditonton. Tapi begitu sampe di stasiun tv lokal (surabaya) namanya JTV, ada tayangan yang agak menggelitik (*diitik-itik kale) maksudnya "aneh tapi nyata" (*halah...).
Saat itu sedang tayang wayang kulit dan disebelahnya duduk seorang sinden cantik sedang berdialog dengan dalangnya menggunakan bahasa jawa yang sangat halus atau kromo inggil.
Mungkin ga ada yang aneh kalo ga nonton sendiri, kenapa dibilang agak aneh?
Karena...
Penyindennya adalah seorang wanita cantik yang berwarganegara asing. Sekilas sih begitu tapi setelah diamati agak lama, memang dia pastinya bukan orang indonesia karena dari wajahnya sudah keliatan banget bule banget ato aku sih gampangnya bilang wong londo. Cuman memang rambutnya hitam jadi ga aneh waktu disangguli. Kebayang kan kalo rambutnya masih pirang trus sanggulnya hitam (kekekekk...geli sendiri) atau mungkin ada sanggul dari rambut pirang.
Namanya: Elizabeth Karen, dia duduk manis dengan berbusana kebaya warna merah.
Dia bukan saja berdialog dengan dalangnya tetapi menyanyi juga dengan bahasa jawa halus, ya namanya juga nyinden.
Judul acaranya: Elizabeth Nyinden
judulnya cukup membuat orang tertarik dan penasaran, karena nama orangnya asing tapi kok nyinden (*piye toh, halah...)
di teksnya yang main wkt itu "asmorodono ketoprak".
Hebat banget, kagum deh sama sinden bule itu.
Orang jawa sendiri belum tentu ada yang bisa nyinden ato menyanyi sebagus/seperti itu, bahkan bercakap-cakap bak wayang. Yang ada dibenak waktu itu hanya "kok bisa ya? butuh berapa lama dia belajar bahasa jawanya? kok ga keliatan banget kakunya".
Tapi ini kan hanya perkiraan pribadi belum tahu profilenya dia yang sebenarnya.
Kagum deh....
jadilah pegang remote sambil mengganti channel tv, gitu terus digilir tapi ga ada satupun yang kepengen ditonton. Tapi begitu sampe di stasiun tv lokal (surabaya) namanya JTV, ada tayangan yang agak menggelitik (*diitik-itik kale) maksudnya "aneh tapi nyata" (*halah...).
Saat itu sedang tayang wayang kulit dan disebelahnya duduk seorang sinden cantik sedang berdialog dengan dalangnya menggunakan bahasa jawa yang sangat halus atau kromo inggil.
Mungkin ga ada yang aneh kalo ga nonton sendiri, kenapa dibilang agak aneh?
Karena...
Penyindennya adalah seorang wanita cantik yang berwarganegara asing. Sekilas sih begitu tapi setelah diamati agak lama, memang dia pastinya bukan orang indonesia karena dari wajahnya sudah keliatan banget bule banget ato aku sih gampangnya bilang wong londo. Cuman memang rambutnya hitam jadi ga aneh waktu disangguli. Kebayang kan kalo rambutnya masih pirang trus sanggulnya hitam (kekekekk...geli sendiri) atau mungkin ada sanggul dari rambut pirang.
Namanya: Elizabeth Karen, dia duduk manis dengan berbusana kebaya warna merah.
Dia bukan saja berdialog dengan dalangnya tetapi menyanyi juga dengan bahasa jawa halus, ya namanya juga nyinden.
Judul acaranya: Elizabeth Nyinden
judulnya cukup membuat orang tertarik dan penasaran, karena nama orangnya asing tapi kok nyinden (*piye toh, halah...)
di teksnya yang main wkt itu "asmorodono ketoprak".
Hebat banget, kagum deh sama sinden bule itu.
Orang jawa sendiri belum tentu ada yang bisa nyinden ato menyanyi sebagus/seperti itu, bahkan bercakap-cakap bak wayang. Yang ada dibenak waktu itu hanya "kok bisa ya? butuh berapa lama dia belajar bahasa jawanya? kok ga keliatan banget kakunya".
Tapi ini kan hanya perkiraan pribadi belum tahu profilenya dia yang sebenarnya.
Kagum deh....
Comments
pa kabar nih dikau sekeluarga?