Hari ini umur Opie masuk 3 tahun, semoga kamu menjadi anak yang sholeh, selalu dalam lindungan-Nya, berbakti kepada keluarga dan bisa membanggakan kedua orang tuanya. Itu doa untukmu Nak!
Tiga tahun yang lalu saat kamu masih didalam perut, saat-saat menjelang kamu keluar dari kehangatan rahim saat itulah perjuangan hidup dan mati. Selama dua hari menjelang kelahiran kontraksi udah terasa dan hampir dua hari itulah ga bisa tidur dengan nyenyak. Tanggal 3 Mei 2002, Jumat siang (setelah sholat jumat) sewaktu meminta segelas susu kepada Ayah ternyata ada air mengucur. Ternyata ketuban sudah pecah. Panik sih.... tapi dikuat-kuatin agar yang lainnya ga pada ikutan panik. Dengan naik becak karena saat itu gerimis juga sedang turun, menuju ke rumah seorang bidan kenalan keluarga dekat rumah. Begitu sampai sang bidan masih tenang-tenang aja walau aku udah panik minta segera ditangani. Tapi apa katanya, "ah kalau masih bisa senyum-senyum itu belum waktunya kok". Jadi maksudnya kontraksi yang sesungguhnya menuju pembukaan penuh akan lebih-lebih sakit dari yang saat itu aku rasakan.
My God! Jadi begini ya rasanya perjuangannya walau ini katanya masih belum ada apa-apanya.
Akhirnya aku diminta berjalan-jalan dulu sambil menunggu pembukaannya bertambah. "Aduh lama banget ya" (itu yang selalu berkecamuk dalam pikiranku). Mungkin karena kasihan sang bidan meminta aku untuk tiduran dan karena aku sudah tidak tahan menahan rasa sakit sang bidan memberi suntikan di paha sebelah kanan. Aku tidak tahu itu untuk apa, tapi menurut yang aku dengar dari kakak tiriku yang saat itu ikut mendampingi suntikan itu dia sebut "suntik gila". Kekekekkkk.... ternyata emang iya, kontraksi dan sakit makin menjadi-jadi. Ternyata itu maksudnya suntik gila :-)
Didalam ruangan itu selain bidannya aku ditunggui oleh suami, walaupun aku tahu dia paling ga tahan ngeliat darah tapi dia berusaha tegar menemaniku.
Dari sekitar jam 14.00 WIB siang masuk akhirnya persalinan terjadi pada jam 21.40 WIB, banyangin sekian jam berjuang agar bayi mungil itu keluar. Pufff.... alhamdulillah akhirnya keluar juga bayi mungil itu dengan tangisan yang sangat kencang dan sekilas suara-suara keluargaku yang sedang menunggu diluar ikut berbahagia.
Saat itu jugalah, rasa sakit yang aku rasakan itu hilang seketika sewaktu mendengar tangis bayi itu. Setelah dibersihkan sesaat bayi mungil itu langsung ditidurkan disebelahku. Hehehehe.... bahagia rasanya!!
Ternyata rasa sakit yang menurutku hampir ga tertahankan hilang begitu saja saat bayi mungil itu ada disampingku. Inilah anugerah terbesar bagiku....
Comments